Oleh: Ariya Ilham | 15 Agustus 2009

Gerakan Islam Radikal

Jama’ah Islamiyah, Thaliban, Usamah bin Ladin (Osama bin Laden) adalah contoh-contoh gerakan Islam Radikal yang berkembang saat ini. Mereka lahir karena ketidak adilan, himpitan Ekonomi dan tentu saja: kemunafikan. Bagaimana dengan tiga hal tersebut dapat melahirkan gerakan Islam radikal?

Ketidakadilan

Dunia saat ini didominasi oleh kekuatan tunggal. Kekuatan keserakahan sebuah negara yang digdaya. Negara yang jumlah penduduknya hampir menyamai China dan India. Negara ini didirikan dengan tumpahan darah penghuni aslinya: Indian. Bangsa mereka dulunya adalah bangsa Inggris yang serakah, expansif, rasis dan membunuh dengan alasan Tuhan.

Negara ini kemudian berkembang terbagi menjadi dua bagian: Utara dan Selatan. Peperangan antara sesama kulit putih pun tak terelakkan. Kaum pribumi hanya menjadi pelanduk yang mati di tengah-tengah pertarungan gajah. Dengan dukungan para founding fathers mereka seperti George Washington, Roosevelt dan pemimpin-pemimpin pembaharu seperti Kennedy, Martin Luther King dan Malcolm-X melahirkan United States of America yang kuat dalam persenjataan, demokratis dalam pemerintahan, kaya dalam perekonomian dan tentu saja semakin serakah.

Keserakahan Amerika terkenal sampai dimana-mana. Tidak ada satu resource pun di dunia yang belum terpetakan oleh Amerika. Mulai cadangan emas di bumi Papua sampai “sungai-sungai minyak” dan dataran gurun Afghanistan. Dalam model pendidikan ala Amerika, kita tidak terkejut menemukan anak kecil masih SD berkata : “Cita-cita saya adalah MENGUASAI DUNIA.” Tanyakan pada anak kecil kita yang paling-paling berkata : “Biar pinter agar jadi dokter, atau jujur biar jadi Insinyur…”

Terlalu panjang bila kita menceritakan kekuatan Amerika. Mulai dari pencapaian mereka mencapai bulan (walaupun masih diperdebatkan oleh para analisis conspiracy theory), kemenangan dalam perang dingin melawan Rusia, membuat negara-negara Arab pecah dan yang paling menentukan adalah dominasi Amerika lewat PBB, IMF, Bank Dunia dan jaringan internasionalnya untuk menekan negara-negara dunia ketiga.

Himpitan Ekonomi

Islam mengajarkan betapa berbahayanya hawa nafsu. Nabi Muhammad SAW pernah mengibaratkan bahaya hawa nafsu ini dengan sebuah peperangan yang hebat di jamannya. Beliau (SAW) mengibaratkan bahwa peperangan melawan hawa nafsu adalah peperangan tanpa akhir antara manusia dengan dirinya sendiri. Bahkan Syetan pun menurut Beliau (SAW) hanya bagian kecil dari hawa nafsu manusia itu sendiri.

Hawa nafsu kesuksesan ala Amerika inilah yang menyebabkan mereka menguasai dunia tanpa belas kasihan. Bila Amerika datang kepada sebuah negeri, maka dapat dipastikan adalah sebuah bencana berkepanjangan. Soekarno faham betul tentang hal ini. Tetapi Soekarno pun tidak bisa banyak berbuat, terbukti beliau pun harus kalah oleh hawa nafsunya sendiri sehingga tidak bisa mengkontrol salah satu aliran dalam pergerakan politik di Indonesia.

Coba kita bayangkan sejenak. Anda adalah seorang yang berpendidikan tinggi. Memiliki istri yang cantik dan anak yang lucu. Anda tinggal di sebuah negara arab kaya dengan minyak. Anda adalah orang kaya karena keluarga anda menguasai sumur-sumur minyak di Arab. Tiba-tiba Anda mendapati keluarga Anda menjual harga diri mereka menjadi patron negara asing. Anda mendapati keluarga Anda berfoya-foya dengan istri yang banyak, koleksi mobil sport dan lusinan properti-properti di berbagai negara. Anda mendapati keluarga Anda tidak perduli dengan rakyatnya sendiri, padahal mereka adalah Amir di negeri ini. Mereka masih keturunan bani Umayyah dan Abassiyah. Bahkan di antara mereka mungkin ada pertalian darah dengan Nabi Muhammad SAW. Ke-Idealis-an Anda menyebabkan Anda terbuang. Lalu Anda mengetahui bahwa keluarga kerajaan di Arab Saudi ternyata adalah patron bisnis keluarga Bush. Mereka adalah politisi pengusaha yang punya kedudukan di Amerika dan punya cenkeraman bisnis di mana-mana. Apa yang Anda lakukan?

Jika Anda memiliki jiwa seniman, tentu lukisan-lukisan Indah, bait-bait puisi yang melankolis akan lahir. Jika Anda seorang wartawan Anda akan menjadi wartawan dengan independensi yang baik. Tapi Anda adalah seorang Usamah bin Ladin, seorang kaya yang tau betul busuknya Bush dan “the invisible hand-nya.” Sebuah keluarga kaya yang berpatron dengan kekuatan dominan di Amerika.

Kemunafikan

Berapa lama Muhammad SAW mengkonversi Umar bin Khattab yang terkenal ganas itu? hanya sebentar. Berapa lama Beliau (SAW) mengkonversi Khalid bin Walid sang Jendral perang menjadi seorang muslim? hanya melalui beberapa peperangan. Dan berapa lama yang beliau butuhkan untuk mengislamkan kaum barbar yang dipimpin oleh Abu Dzar al-Ghifari? hanya melalui dialog dalam beberapa menit saja! dan mereka menjadi muslim yang taat seluruhnya!

Saya disini tidak sedang berdakwah. Saya hanya ingin menggambarkan betapa sifat-sifat orang Arab adalah sangat keras, sangat lugas dan sangat terbuka. Islam dilahirkan di tanah berpasir yang apabila di siang hari suhunya bisa mencapai 40 derajat Celcius! Islam dilahirkan awalnya pada masyarakat yang sangat bodoh, terbelakang dan doyan berperang.

Lalu berhasilkan Rasulullah mengislamkan pamannya yang baik hati itu? TIDAK.

Berapa lama Rasulullah meng-Islamkan Abu Sofyan? Cukup lama sampai harus menunggu penyerangan Makkah (padahal Nabiyullah SAW tak berumur lama setelah penyerangan itu). Berapa orang yang mati karena hasutan Ubay (tokoh kaum munafik) dan pengikutnya? Kita sebut: Umar bin Khattab, Ali bin abi thalib, Utsman bin Affan. Tiga sahabat terbaik Nabi tewas karena dibunuh oleh kaum munafik. Dan lebih parah lagi, karena hasutan kaum munafik, kita mengenal Islam sekarang menjadi dua golongan besar: Sunny dan Syi’ah.


Tanggapan

  1. Kenapa Kebanyakan “Pelakunya” Orang Islam?

    http://cokiehti.wordpress.com/2009/08/04/data-ledakan-bom-tahun-2000-2009-kenapa-kebanyakan-pelakunya-orang-islam/


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: