Oleh: Ariya Ilham | 27 Agustus 2009

Selamat Bertugas, Wakil Rakyat

Di tengah kesibukan rakyat mengisi kesibukan Ramadan, para anggota Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) terpilih di berbagai daerah mulai memasuki masa tugas. Yang menjadi pertanyaan: Akankah para wakil rakyat itu bisa memenuhi harapan rakyat saat menjalankan tugas hingga lima tahun ke depan?

Wajah-wajah cerah kini mewarnai gedung-gedung wakil rakyat di banyak daerah. Para anggota legislatif hasil Pemilu 2009 dilantik dan mulai memasuki gedung DPRD. Tidak salah kalau mereka disebut orang-orang terhormat karena para legislator itu memang dipilih secara langsung oleh rakyat.

Seperti yang terjadi di Kota Surabaya, beberapa anggota legislatif mengawali tugas dengan sebuah komitmen baru. Mereka berjanji selama masa tugasnya menghindari tindak korupsi. Mereka ingin menunjukkan citra lembaga legislatif periode 2009-2014 lebih bersih daripada sebelumnya. Para wakil rakyat tersebut tak ingin mengulang para pendahulunya yang masuk penjara gara-gara godaan uang dan jabatan.

Tak cukup itu, ada anggota dewan yang menunjukkan komitmen “kerakyatan” tersebut dengan bergaya hidup sederhana. Yakni menghadiri acara pelantikan dengan naik becak.

Itu semua adalah awal yang baik dan patut dipuji. Komitmen-komitmen seperti itu memang perlu sepanjang memang untuk dilaksanakan secara sungguh-sungguh dan konsekuen.

Namun, yang harus diingat, rakyat belum lupa, sejak dulu banyak anggota legislatif daerah yang juga membuat komitmen-komitmen serupa. Sayang, tak sedikit di antara mereka yang kemudian lupa diri. Tak sedikit di antara mereka yang dulu “dikirab” ke gedung legislatif dengan naik becak justru mengakhiri karir dengan digiring polisi ke bui.

Enaknya berbagai fasilitas dan privilege yang diterima serta sejuknya ruang kabin mobil dinas Toyota Camry, Toyota Corolla Altis, dan Isuzu Panther yang diterima pimpinan dan anggota dewan kadang bisa membuat mereka lupa membawakan aspirasi rakyat.

Tugas membawa “aspirasi rakyat” ini penting dikemukakan kepada para anggota DPRD. Sebab, begitu terpilih menjadi anggota legislatif, mereka harus rela melepaskan kepentingan partai yang sempit.

Rakyat membutuhkan anggota DPRD yang mencurahkan waktu, tenaga, kemampuan, dan pikirannya untuk memajukan serta memakmurkan daerah dan rakyatnya. Selain itu, mereka diharapkan mempunyai pemikiran dan visi ke depan. Sebagai legislator, banyak keputusan dan produk legislasi yang mereka hasilkan, mungkin, manfaatnya baru bisa dirasakan dalam jangka panjang.

Kita tidak menginginkan anggota DPRD yang tindakan dan kebijakannya berorientasi jangka pendek. Misalnya, mengalahkan kepentingan publik yang lebih luas demi kepentingan partai dan golongannya. Apalagi hanya untuk mengamankan posisi dan jabatannya supaya terpilih kembali pada periode berikutnya.

Pada era otonomi daerah ini, publik menunggu peran yang lebih aktif para anggota DPRD dalam menelurkan peraturan-peraturan daerah yang bisa mempercepat pembangunan dan meningkatkan pelayanan kepada masyarakat. Sayang, tugas strategis tersebut justru sering terabaikan. Coba lihat, betapa banyak raperda di berbagai daerah yang saat ini mangkrak di gedung dewan karena tak kunjung disentuh.

Setelah prosesi pelantikan para wakil rakyat di daerah yang terhormat ini, kita berharap pandangan-pandangan miring yang dulu sering jadi kontroversi bisa dikurangi. Misalnya, adanya tunjangan memang penting untuk mendukung tugas, tapi jangan sampai ada kesan anggota DPRD begitu “rakus” mengejar tunjangan. Kunjungan kerja, termasuk ke luar negeri, penting untuk menambah wawasan. Namun, jangan ada kesan bahwa mereka hanya menghambur-hamburkan anggaran dan tidak peka terhadap nasib rakyat.


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: