Oleh: Ariya Ilham | 18 Agustus 2009

Relevansi Pendidikan Etika dan Moral di Indonesia

Pentingnya pendidikan sebagai kegiatan yang menentukan kualitas hidup seseorang atau bangsa sudah menjadi kebutuhan mutlak

Pentingnya pendidikan sebagai kegiatan yang menentukan kualitas hidup seseorang atau bangsa sudah menjadi kebutuhan mutlak. Karena itu pendidikan harus dilakukan secara sadar melalui sebuah kesengajaan yang terencana dan terorganisir dengan baik. Semua demi tercapainya tujuan yang telah ditetapkan. Begitu juga dengan sasaran lain meliputi obyek peserta, sarana dan prasarana penunjang pendidikan yang lain.

Tujuan Pendidikan

Konferensi Internasional I tentang pendidikan (Islam) di Makkah merumuskan tujuan pendidikan, antara lain sebagai berikut:
“Education should aim at the balanced growth of the total personality of man, through the training of man’s spirit, intellect the rational itself , feelings and bodily senses — both individually and collectively and motivate all these aspect toward goodness and attainment of perfection — these at complete submission to Allah on the level of the individual, community at large —,’ menumbuhkan kepribadian manusia secara totalitas mencakup seperti semangat, kecerdasan, perasaan dan sebagainya, baik dalam kehidupan pribadi dan, masyarakatnya untuk melakukan kebaikan dan kesempurnaan, serta dalam rangka pengabdian kepada Allah SWT, melalui tindakan pribadi, masyarakat maupun kemanusiaan secara luas’.
Secara umum tujuan pendidikan harus melahirkan orang-orang yang memiliki kecerdasan (dalam pengertian luas) sehingga menumbuhkan dan menciptakan manusia-manusia yang memiliki kepribadian secara utuh, akhlak dan intelektual.

Kecerdasan ini meliputi intelektualitas sebagai manusia. Cerdas emosional dan spiritual. Kesalehan kepribadiannya menjadi agen-agen sosial yang siap berubah dan mampu mengubah sekitar lingkungannya. Kecerdasan ini ditandai dengan beberapa indikasi antara lain:
Kecerdasan intelektual meliputi:
1. Mampu berfikir secara sistematis. Dahulu ketika masih duduk di bangku SMP atau SMU, guru di sekolah mengajarkan dengan metode ilmiyah. Itulah sesungguhnya fungsi itu, melatih dan membiasakan otak untuk berpikir step by step. Dalam menanggapi satu masalah.
2. Mampu memahami dan menganalisa serta mencarikan jalan keluar terhadap suatu permasalahan
3. Memiliki kekuatan berfikir untuk selalu berpihak pada yang baik dan benar
4. Pikirannya selalu terbuka untuk menerima berbagai macam informasi
5. Selalu siap belajar kepada setiap orang
6. Dan lain-lain
Kecerdasan intelektual tak akan berarti, tanpa adanya kecerdasan emosional yang dimiliki oleh seseorang. Kecerdasan emosional atau lazim disebut EQ, diantaranya, Memiliki kemampuan mengendalikan diri, sabar, ulet, tabah dan tahan uji dalam menghadapi berbagai tantangan, toleransi dalam menghadapi berbagai perbedaan dan konsisten dalam kebaikan.

Pendidikan yang berhasil membuat pribadi yang utuh, bukan hanya mengutamakan kecerdasan intelektual dan emosional saja, fondasi spiritual juga faktor kunci untuk keberhasilan. Kecerdasan spiritual, antara lain, hatinya selalu terkait dengan Yang Maha Pencipta (Allah SWT). Hati dan pikirannya selalu merasa dekat dan merasa diawasi oleh Allah SWT. Memiliki kesadaran akan adanya akhir kehidupan dan kembali kepada-Nya. Ada perasaan gundah dan gelisah ketika melakukan satu maksiat dan secepatnya bertaubat kepada Allah.
Keutuhan pendidikan juga terlihat dari kecerdasan sosial yang dimiliki seseorang. Kecerdasan ini menunjukkan pada kita seberapa besar, nilai-nilai sosial diajarkan dalam sebuah pendidikan. Dan bagaimana prakteknya di lapangan saat seseorang terjun langsung dalam masyarakat. Untuk melihat kecerdasan ini dimiliki seseorang biasanya ditandai dengan keikhlasannya untuk berusaha memberikan yang terbaik bagi kepentingan masyarakat. Mampu berempati pada kesulitan orang lain. Rela berkorban untuk kepentingan bersama, tidak mementingkan golongan, tapi kepentingan bersama yang lebih besar. Jika orang itu menjadi leader atau pemimpin, maka karyawan yang dipimpinnya merasa terayomi dan nyaman.

Pendidikan di Indonesia

Di Indonesia, pendidikan diarahkan untuk melahirkan manusia-manusia yang cerdas, bertanggung jawab, bermoral, berkepribadian luhur, bertaqwa, dan memiliki keterampilan. Dengan anggaran 20 % dari APBN. Maka tujuan ini bukanlah hal yang mustahil. Sudah banyak bukti yang mendukung adanya peningkatan pendidikan ini. Prestasi anak-anak bangsa juga banyak mengharumkan bangsa di berbagai kancah internasional.

Namun kita tidak boleh lengah, masih banyak pendidikan yang belum mencapai tujuannya. Ini diindikasikan dengan banyaknya kerusakan moral di kalangan pelajar, seperti beredarnya video-video porno yang bisa diakses melalui ponsel. Ini akibat dari bebasnya pengawasan dan akses informasi yang masuk kepada masyarakat, tanpa ada kontrol dari pihak yang terkait.

Korupsi dan kolusi serta nepotisme masih banyak kita temui dalam birokrasi pendidikan, sehingga menimbulkan konflik dikalangan internal dan berpotensi untuk menimbulkan konflik perpecahan. Pendidikan juga masih banyak yang kita lihat belum berpihak pada rakyat umum. Di kalangan masyarakat mahalnya pendidikan membuat mereka lebih memilih untuk memenuhi kebutuhan dasar, seperti makan, sandang dan papan. Belum tercapainya tujuan pendidikan diakibatkan oleh:
a. Belum terintegrasinya pendidikan moral (agama) dengan pendidikan lainnya. Ada sebagian anggapan bahwa pendidikan agama hanya dilakukan di pesantren, padahal di sekolah umum pendidikan agama juga diajarkan hanya saja porsinya masih sedikit, sehingga belum maksimal.
b. Pendidikan etika hanya terbatas pada pengetahuan
c. Minimnya keteladanan
d. Sikap hidup yang semakin materialis dan hedonis

Untuk meminimalisasi hal ini, maka ada upaya yang bisa dilakukan, antara lain, perbaikan kurikulum pendidikan secara menyeluruh, misalnya dengan melakukan pendidikan alternatif tambahan diluar kurikulum. Perbaikan sistem pengajaran dan pendidikan, penguatan keteladanan, penguatan nilai agama dalam kehidupan.


Tanggapan

  1. salam, sy Agus Suhanto, posting yg bagus 🙂
    lam kenal yee

    • Makasih…
      Salam kenal jg y…….

  2. sngat relevan ,,,, akhlak berbicara tentang etika dan kecerdssan emosional dan spritual…

  3. Assalamualaikum ww
    Terimakasih banyak.
    tulisan ini bermanfaat bagi dunia pendidikan kita.
    semoga memberi berkah buat penulis dan pembacanya. amin

    • Waalaikum slam…
      Ok sama2…
      Amiin…Harapan sy jg spt itu kok…


Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout /  Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout /  Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout /  Ubah )

Connecting to %s

Kategori

%d blogger menyukai ini: